Archive for stress

Psikosomatis

Posted in Psikologi, Sharing with tags , , on July 14, 2008 by hzulkarnain

feeling low

Istilah ini aku kenal sejak awal kuliah di kampus Psikologi, seperti biasa awalnya sebagai bahan celetukan dosen pada mahasiswa yang menunjukkan perilaku tertentu. Salah seorang temanku mungkin karena cemas atau sebab lain menderita sakit perut menjelang kuis. Dosenku segera nyeletuk … itu psikosomatis.

Baru dalam mata kuliah psikologi klinis Prof Maramis menjelaskan apa itu psikosomatis. Intinya, psikosomatis adalah gangguan fisik yang disebabkan oleh kondisi mental seseorang. Mungkin tidak ada hubungan langsung, namun gejala tersebut nyata. Misalnya, menjelang akad nikah mempelai mules berat tapi tidak ingin buang air. Kalau diberi obat mules, dia akan sembuh. Karena asalnya bukan karena mikroorganisme, mungkin saja mules itu akan muncul lagi. Setelah akad nikah selesai, lancar, mules itu akan hilang sendiri. Mungkin kita semua pernah mengalami gambaran yang hampir serupa dengan itu.

Menurut Prof Maramis (yang sekarang mungkin sudah berusia sekitar 80 tahun, dan kabar terakhir beliau masih menerbitkan 1 buku teks untuk psikiatri), psikosomatis bisa sangat serius dan memerlukan terapi panjang untuk menyembuhkannya. Beliau mengisahkan praktiknya sebagai psikiater sbb:

Di salah satu daerah di NTB, beberapa puluh tahun silam, dilaksanakan pertandingan kejuaraan volley antar kampung. Salah seorang pemain yang terlibat adalah atlit pelatnas nasional yang sedang libur. Bisa dibayangkan besar harapan team yang dibela dan orang sekampungnya, dan rasa percaya diri yang dimiliki sang atlit tersebut. Entah bagaimana, team volley si atlit keteter dan di ambang kekalahan. Pada saat posisi kritis, si atlit melakukan lompatan smash dan … gagal. Ia terjatuh dan seketika tangan kanannya lumpuh. Segera ia dilarikan ke rumah sakit, bahkan hingga ke RS Dr. Soetomo Surabaya. Sudah dilakukan berbagai macam pemeriksaan, dan semuanya menunjukkan bahwa tidak ada kerusakan fisik pada lengan tersebut, dan seharusnya tidak ada kelumpuhan. Tetapi kelumpuhan itu nyata. Oleh karena itu, ia kemudian dirujuk ke bagian psikiatri. Prof. Maramis pun menyimpulkan bahwa orang tersebut bermasalah di aspek mentalnya, bukan fisik.

Tapi itu kondisi yang saya ilustrasikan itu cenderung ekstrim, tidak lazim, tidak terjadi sehari-hari, dan butuh penanganan pakar. Secara umum, kita pernah mengalami kondisi yang tidak menyenangkan ini, sekali atau dua kali. Coba perhatikan jenis psikosomatis yang sering diidentifikasi: sakit kepala, sakit perut, sakit punggung, merasa tertekan, mudah marah (gampang tersinggung), merasa cemas, susah tidur, dan pusing-pusing. Sekalipun tidak berat tapi cukup mengganggu, karena kebanyakan pengidapnya tidak menyadari bahwa mereka sedang menghadapi tekanan pada ego mereka.

Psikosomatis adalah kondisi yang terbilang wajar, asalkan tidak ekstrim. Bisa sembuh dengan sendirinya begitu pencetus stress-nya hilang. Jadi penderita perlu memahami stress apa saja yang bisa menimbulkan kondisi itu. Stress itu pada umumnya terkait dengan sesuatu yang membebani pikiran, sesuatu yang membuat malu atau rendah diri bila tidak berhasil, mengecewakan orang tua atau kekasih mungkin, atau apa saja yang pada hakikatnya terkait dengan ego manusia. Kendalikan stress tersebut , psikosomatis akan surut. Kenali stress kita, manage stress kita agar tidak negatif, maka kita bisa menjadi orang yang bergerak maju. Sekalipun tidak mudah untuk mengatasinya, tapi usaha yang keras akan menuai hasil. Insyaallah.

Advertisements