Harapan Baru Di Tahun Baru

Kalau sudah menjelang tahun baru, atau masuk tahun baru, orang suka membuat resolusi tahun baru. Yang pada intinya ingin menjadi orang yang lebih baik daripada tahun sebelumnya. Banyak resolusi tahun baru yang muluk-muluk, saking inginnya menjadi orang yang berbeda, yang sukses, dan signifikan.

definisikan resolusimu

Bila memungkinkan, tidak ada orang yang tidak mengharapkan lebih baik daripada tahun sebelumnya. Bagi pekerja, mungkin gaji yang lebih baik. Bagi yang masih menjombol, mudah-mudahan ada jodoh di tahun yang baru ini. Bagi pengantin baru, kehamilan atau malah lahirnya anak-anak yang sehat. Demikian seterusnya.

Seiring dengan berjalannya waktu, sejalan dengan beratnya perjuangan menempuh kehidupan hari ke hari, lebih banyak resolusi yang dilupakan daripada terlaksana. Apapun alasannya. Akhirnya, tidak sedikit yang mencapai akhir tahun berikutnya sama saja kondisinya dengan setahun silam, kalau tidak bertambah buruk.

Masalah yang paling lazim dihadapi oleh pembuat resolusi tahun baru adalah merumuskan resolusi tersebut menjadi tahapan yang bisa dicapai. Entah karena tidak tahu caranya membuat rumusan, atau tidak suka membuat perencanaan, akhirnya cita-cita yang ingin dicapai di tahun mendatang menguap begitu saja bersama waktu.

Bagaimana Caranya?

Meminjam istilah Romy Rafael, buatlah cita-cita yang menjadi puncak resolusi tahun baru itu punya fisik, punya warna, bisa dirasakan, bahkan mungkin diendus baunya, dan diraba. Intinya kita yakin bahwa itulah yang ingin kita raih. Ini akan men-sugesti diri kita untuk meyakini maknanya, dan mendorong kita untuk mewujudkannya.

Seringkali orang hanya bercita-cita secara abstrak – misalnya menjadi orang yang lebih baik. Itu tidak akan tercapai, kecuali anda merumuskannya secara jelas. Menjadi lebih baik dalam hal apa, bidang apa, urusan apa. Justru karena (alam bawah sadar kita) enggan berubah dari kondisi sekarang, seringkali kita mengaburkan resolusi yang kita tetapkan sendiri.

Apapun yang akan kita lakukan, selalu butuh rencana. Kalau secara sadar kita ingin berubah, kita harus membuat rencana. Rencana itu dirupakan tahapan yang bisa di-eksekusi, cukup mudah dilakukan, dan sederhana. Pecahlah cita-cita menjadi bagian-bagian atau tahapan-tahapan, agar kita tidak malas menjalankannya. Penjadwalan akan membuat anda lebih disiplin.

tahapan membuatnya mungkin dicapai

Seribu langkah selalu didahului dengan langkah pertama – itulah yang harus anda lakukan. Sekalipun rencana itu tidak sempurna, jalani saja. Kuatkan niat untuk memulai langkah pertama, dan jangan menengok ke belakang lagi – agar tidak ada keragu-raguan yang merugikan.

Seraya membuat rencana, organisasikan semua hal yang diperlukan untuk meraih cita-cita. Kalau cita-cita akhir tahun ini adalah menikah, pastikan ada punya seorang calon istri atau suami (:D pastilah ….). Di masa sekarang, orang menikah biasanya perlu biaya besar, pastikan sumber dana aman, tempat resepsi aman, suvenir, dsb. Apalagi kalau mau mendatangkan artis, atau pesta kebun di tepi kolam renang, perlu perencanaan yang lebih seksama.

Bila rencana sudah dibuat, semua resource (sumber daya) sudah didaftar, tinggal mengeksekusinya sesuai dengan tahapan yang sudah direncanakan. Kerjakan yang termudah, yang bisa dilakukan sekarang, tapi harus mulai sekarang. Diri anda adalah komandan dan guru bagi diri anda sendiri, karena tidak ada kekuatan besar yang bisa membuat anda berubah kecuali diri anda sendiri. Bila komandan memerintahkan anda untuk bergerak sekarang, tetapi dengan berbagai dalih anda berusaha menghindarinya, melupakan disiplin, dan tidak memenuhi rencana yang anda buat sendiri … itu sudah setengah jalan untuk menemui kegagalan lagi dalam mencapai cita-cita resolusi tahun baru anda.

Alasan rencana perlu dibuat dengan tahapan adalah fungsi kontrol. Rencana anda harus bisa diukur keberhasilannya, dan secara sadar anda bisa melihat progress (kemajuan) yang sudah terjadi. Kalau anda belajar membaca Al-Qur’an, anda tentunya bisa merasakan perbedaan antara pertama kali anda membuka kitab suci tersebut dengan setelah 3 bulan berlalu. Bila sebelumnya membaca halaman pertama Al-Baqarah butuh 30 menit, selanjutnya anda hanya perlu setengah waktu saja untuk menghabiskan 1 halaman. Setelah 1 tahun, mungkin hanya perlu 15 menit untuk menyelesaikan surat Yasiin. Itu yang dinamakan kemajuan.

Dengan fungsi kontrol ini, anda bisa mengoreksi jalan yang keliru dan harus diperbaiki. Bila mungkin kemarin anda sudah membuat seseorang sakit hati, ini waktunya anda mendatanginya dan minta maaf. Sekalipun mungkin orang tersebut sudah memaafkan sejak dulu, ia akan bisa melihat bahwa anda telah berubah menjadi orang yang lebih baik.

resolusi tanpa rencana? end up like this ...

Membentuk karakter tidak pernah bisa diselesaikan dalam waktu semalam saja. Butuh waktu lama dan kesabaran. Penyusunnya adalah bata demi bata perbuatan baik, yang anda cetak sendiri, dan bangun sesuai dengan keinginan. Semakin rapat batu bata tersebut, semakin kokoh bangunan yang terbentuk nanti. Kejujuran anda pada diri sendiri diperlukan untuk menjadikan bangunan ini nanti solid tak tergoyahkan.

Semoga tahun baru ini membawa keberkahan bagi kita semua, dan kita sama-sama berkehendak menjadi orang yang lebih baik. Islam mengajarkan kita untuk selalu lebih baik, agar jadi orang yang beruntung. Dengan cara apa? Saya mengatakan: Perbaiki diri, sekalipun hanya dengan 1 alif. Artinya, seperti mengaji Al-Qur’an, teruslah tambah bacaan anda dari ke hari … sekalipun perbedaan itu hanya 1 alif dibandingkan dengan kemarin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: