GUS DUR dalam Majalah TIME

Wolfowitz, mantan Dubes AS di Indonesia

Majalah Time edisi 18 Januari 2010 menyelipkan sebuah artikel pendek tulisan Paul Wolfowitz tentang Gus Dur yang dikenal dan dikenangnya. Paul Wolfowitz dulu pernah menjabat sebagai duta besar Amerika Serikat di Indonesia, dan lancar berbahasa Indonesia.

Wolfowitz mengisahkan bagaimana ribuan orang berjajar di jalan untuk berbela sungkawa atas meninggalnya Gus Dur, bahkan banyak yang terang-terangan menangis.

Di matanya, Gus Dur bukanlah seorang manajer, sehingga dia harus lengser dari kursi kepresidenan karena desakan parlemen. Tetapi Gus Dur adalah seorang visioner, dan sebagai Presiden beliau menanamkan sebauh visi tentang Indonesia (yang merupakan negara berpopulasi terbanyak ke-4 di dunia dan berpenduduk Muslim terbesar) yang menjunjung kebebasan beragaman dan hak asasi manusia.

Yang lebih penting lagi, sebagai pimpinan spiritual yang berasal dari NU, Gus Dur selalu melawan para fanatik yang dikatakan Gus Dur “membawa Islam menjadi sebuah dogma yang tidak toleran, penuh kebencian, dan pertumpahan darah.” Gus Dur mampu mengutip Al-Qur’an dengan hati untuk membela hak semua orang untuk mengikuti hati mereka dalam urusan agama, dan secara konstan bersuara atas nama kelompok minoritas yang teraniaya sekalipun hal itu mengancam popularitasnya.

Gus Dur mengatakan ingin nisannya nanti bertuliskan: DI SINI DIMAKAMKAN SEORANG HUMANIS. Dan memang begitulah dia. Dia dicintai jutaan orang, baik Muslim maupun non-Muslim. Dia adalah seorang pemimpin yang akan dikenang oleh dunia ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: