Terapi Salat Tahajud – Rangkuman 5

 

Rangkuman ke-5 dari buku: Terapi Salat Tahjud (Dr. Moh. Saleh)

Hakikat Salat Tahajud

 

bila jiwamu gelisah pergilah ke 3 tempat ...

bila jiwamu gelisah pergilah ke 3 tempat ...

Penulis buku ini, DR. Moh. Saleh, menimbang 3 tafsir untuk menjelaskan dasar turunnya anjuran salat tahajud, yaitu tafsir Sayyid Quthub (Tafsir fi Dzillalil Qur’an), tafsir Ibnu Katsir, dan tafsir Al-Maraghi. Dari sanalah ia ber-kesimpulan bahwa asal muasal turunnya surat Al-Muzzamil – yang memuat perintah untuk bertahajud – adalah kemasygulan Rasulullah Saw, yakni:

  1. Beratnya tugas dakwah yang diemban, dan memerlukan kekuatan jiwa dan raga,
  2. Hebatnya rencana musuh.

Secara manusiawi, dengan tekanan semacam itu pada tugas dan tanggung jawab beliau, Rasulullah Saw merasa gelisah, cemas, khawatir, bahkan takut. Rasulullah merenung sambil berbaring dan menyelimuti badannya. Saat itulah, Malaikat Jibril menyampaikan ayat Allah:

Hai orang yang berselimut ,

bangunlah  di malam hari , kecuali sedikit ,

seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.

atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur’an itu dengan perlahan-lahan.

Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat.

Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat  dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.

Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang .

Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan.

Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan  melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung.

Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.

(QS Al Muzzamil 1 – 10)

 

Dari ke-sepuluh ayat pertama surat ini, ada 6 pokok perintah yang harus dijalankan oleh Rasulullah Saw yakni:

1. Perintah salat tahajud

Ayat pertama surat ini yang memuat kata “orang yang berselimut” seara kontekstual bisa bermakna orang yang dirundung masalah, kegelisahan, kecemasan, , kekhawatiran, atau bahkan kengerian karena menghadapi berbagai kemungkinan yang akan menimpa dirinya.

Jadi, bila ditafsirkan, bunyi awal surat Al muzzamil adalah: “hai orang yang berselimut kegelisahan, kecemasan, kekhawatiran, ketakutan, bangunlah untuk salat di malam hari, kecuali sedikit daripadanya.”

Kapan saatnya? Yaitu seperdua malam, atau kurangilah dari seperdua itu. Separuh malam adalah kurang lebih jam 24.00, jadi waktu yang dianjurkan adalah antara 24.00 hingga jam 04.00. Kemakbulan dia pada waktu-waktu ini dijamin oleh Allah, sebagaimana tercantum dalam hadits Muslim:

Sesungguhnya pada tiap-tiap malam ada suatu saat makbul; barang siapa dari hambaNya yang muslim memohon kebaikan tepat dalam saat itu, niscaya akan dikabulkan oleh Allah Swt.”

Rasulullah juga bersabda:” Tuhan kita turun tiap-tiap malam ke langit yang paling rendah ketika sepertiga malam yang terakhir seraya berkata – Barang siapa yang meminta ampun kepadaKu, niscaya Ku-ampuni.”

Dalam Al Muzzamil ayat 5 disebutkan sebuah istilah: perkataan-perkataan yang berat (qaulan tsaqila), yang bermakna hal –hal berat yang dikerjakan oleh mukallaf (tafsir Al Maraghi). Untuk melaksanakannya, umat Islam dituntun untuk menyertainya dengan zikir, tawakal, sabar, dan hijrah. Perintah ini justru lebih dahulu hadir daripada perintah zakat, salat lima waktu, dan berhaji.

2. Membaca Al Qur’an dengan perlahan-lahan.

Mempelajari ilmu tajwid itu sunah, namun membaca Al Qur’an dengan tajwid hukumnya wajib. Lebih jauh, Al Qur’an seharusnya dibaca dengan tidak terburu-buru (tartil) dan dibaca dengan kaidah baca yang benar.

Tentang manfaat psikis membaca Al Qur’an, suatu hari Ibu Mas’ud ra. seorang sahabat Rasulullah Saw didatangi oleh seseorang untuk meminta nasihat tentang pengobat jiwa yang gelisah. Tanda jiwa yang gelisah itu, dalam riwayat ini, adalah perasaan yang tidak tenteram, gelisah, pikiran kusut, tidak enak makan, dan tidak nyenyak tidur.

Ibnu Mas’ud memberikan nasihat:” Kalau penyakit itu yang menimpamu, bawalah hatimu untuk mengunjungi tiga tempat, yaitu:

  1. tempat orang membaca Al Qur’an, engkau baca Al Qur’an, atau engkau dengarkan baik-baik orang yang membacanya. Atau,
  2. majelis taklim yang mengingatkan hati kepada Allah Swt. Atau,
  3. cari waktu dan tempat yang sunyi, di sana engkau berkhalwat, beribadah kpada Allah Swt, umpamanya di tengah malam buta saat orang tidur nyenyak, engkau bangun mengerjakan salat malam meminta keada Allah Swt agar diberi hati yang lain karena hati yang kamu pakai sekarang bukan lagi hatimu.

Ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Al Qadi di Florida AS. Penelitian ini membuktikan bahwa dengan sekedar mendengarkan bacaan Al Qur’an, seorang muslim (baik yang berbahasa Arab maupun bukan) dapat merasakan perubahan fisiologis dan psikologis yang besar. Dengan dibantu piranti elektronik mutakhir pendeteksi detak jantung, ketahan otot, dan kulit terhadap aliran listrik, didapatkan penurunan depresi, kesedihan, bahkan memberikan ketenangan yang mampu menolak berbagai macam penyakit.

3. Berzikir

Salah satu penopang qaulan tsaqila yang disebutkan oleh buku Prof Moh. Saleh ini adalah berzikir. Surat Al Muzzamil menyebutkan:” Sebutkanlah nama Tuhanmu dengan penuh ketekunan” (ayat 8). Zikir diterjemahkan sebagai menyebutkan nama Tuhan, sekalipun tidak tepat benar karena pada dasarnya belum ada kata yang memaknainya dengan tepat.

Ibu Qayyim berkata: “Seorang mukmin yang bertafakur dan berzikir akan dibukakan baginya pintu untuk dapat bersepi-sepi dan menyendiri di tempat yang sunyi dari suara dan gerakan. Semuanya memberikan kekuatan hati. Baginya akan ditutup pintu yang dapat mematahkan cita-cita dan frustrasi, meretakkan hati, kemudian dibukakan pula baginya pintu kenikmatan dalam ibadah. Ia mendapat kenikmatan yang tidak dirasakan oleh seseorang yang sedang menikmati hawa nafsunya. Apabila perasaan ini sudah menguasai seseorang, ia tidak akan sempat lagi mengingat kenikmatan dunia dengan segala isinya. Ia berada dalam dunianya sedangkan manusia lain berada di dunia yang lainnya.

4. Tawakal

Dialah Tuhan yang Masyrik dan Magrib, tiada Tuhan melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung (QS Al-Muzzamil:9). Tuhan, Allah Ta’ala, berkuasa di Timur dan Barat sehingga patutlah kita manusia berserah kepadanya sebagai satu-satunya pelindung.

Tawakal bukan berarti berdiam diri, pasif dan masa bodoh, melainkan suatu bentuk penyerahan diri yang dinamis bergerak. Berkurung diri dan menyerahkan semuanya kepada Allah bukanlah tindakan tawakal. Orang yang bertawakal akan bergerak dinamis, tidak akan cemas, karena yakin pertolongan Allah akan besertanya.

5. Sabar

Dan bersabarlah engkau terhadap apa yng mereka ucapkan (QA Al-Muzzamil: 10)”. Menahan diri dan bersabar adalah perintah dari Allah dalam menghadapi tekanan, sebagaimana yang dihadapi oleh Nabi Muhammad Saw saat menghadapi tekanan dan teror dari para pembesar Quraisy.

Mungkin orang masih bisa sabar menghadapi kesulitan, istri yang melarikan diri, anak yang sakit-sakitan, pangkat yang mandeg dan tidak pernah promosi, dsb. Namun, perbuatan orang lain yang melampaui batas, hinaan, celaan, dan olok-olok yang tidak berkesudahan, bisa membentuk kejengkelan dan rasa kesal yang memuncak. Pentingnya kesabaran menghadapi hal ini ternyata dimasukkan oleh Allah sebagai bagian dari enam pokok perintah dalam surat ini, yang harus ditunaikan oleh Rasulullah Swt.

6. Hijrah

Dan jauhilah mereka dengan cara yang baik (QS Al-Muzzamil:10)”. Hijrah yang dimaksudkan di sini tidak dalam pengertian fisik, tetapi lebih bersifat konotatif. Manusia diperintahkan untuk membuat garis demarkasi, garis jelas antara baik dan buruk, benar dan salah. Dengan garis ini, orang bisa dengan jelas menyeberang ke sisi yang dibenarkan oleh Allah, atau hajran jamila. Berpindah dari bukan Islam ke dalam Islam, dulu kejam sekarang lebih welas asih, sebelumnya pelit sekarang senantiasa mengeluarkan zakat dan sedekah, perangai yang sebelumnya tercela sekarang terpuji, dan sebagainya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: