Untungnya Hidup Bukan Fiksi Ilmiah

kembali ke masa lalu

Memutar ulang kehidupan, mungkinkah?

Herdian Zulkarnain

Ada dua hal yang saya gemari sejak dulu, di samping hobi utama lainnya, yakni membaca cerita atau menonton film fiksi ilmiah dan bermain PC games.

Dari sekian banyak kisah dalam fiksi ilmiah, yang paling mengusik pikiran adalah time travel. Di akhir 70-an, ada sebuah film seri di TVRI yang cukup di gemari saat itu, berjudul Time Tunnel. Pertengahan tahun 80-an, ada sebuah film yang berjudul Back to the Future yang laris hingga dibuat berseri. Konsepnya hampir sama, yaitu kemampuan akal manusia dalam menciptakan alat guna menembus ruang dan waktu, sehingga memungkinkan orang untuk memperbaiki kondisi buruk di masa kini dengan cara membuat sebuah perubahan di masa lalu.

Sekalipun bisa kembali ke masa lalu, orang harus tetap berhati-hati agar tidak menimbulkan paradoks. Misalnya, orang bisa kembali ke jaman purba, dan di sana dia membunuh seekor kupu-kupu. Kematian seekor kupu-kupu di masa itu bisa memutus sebuah rantai makanan, dan mungkin akan menyebabkan musnahnya sebuah spesies penting di masa sekarang, bahkan lebih jauh lagi mungkin kita ini tidak berbentuk seperti sekarang. Ketika di masa lalu tanpa sengaja orang membunuh seekor kucing, mungkin saja kelak ada seorang pembunuh berantai yang lahir karena ketiadaan kucing tersebut. Demikian seterusnya.

Saya selalu bertanya dalam hati, apa yang terjadi bila manusia benar-benar bisa melakukan perjalanan menembus ruang dan waktu?

Sejak punya PC sendiri di pertengahan 90-an, yang kala itu masih ber-OS DOS, saya mulai suka bermain games. Hampir semuanya games 2 dimensi, karena mesin hardware maupun software masih jauh dari kapabilitas 3 dimensi. Ketika sudah mulai mengoperasikan OS Windows 98, saya punya games favorit yaitu games strategi Civilization, Colonization, dan games yang berjudul Fall Out dan Baldur’s Gate.

Dalam games, kompleksitas dunia seolah-olah bisa dipecah-pecah dalam berbagai segmen, untuk kemudian dimasukkan ke dalam judul dan tema yang berbeda-beda. Muncullah berbagai genre games antara lain: Adventure (yang menekankan petualangan, dialog dan penyelidikan), action (yang menekankan pada aksi individual mencapai skor, atau memenangkan turnamen), dan RPG – role-playing games (yang menekankan pada petualangan dan pembentukan kompetensi dan kepribadian karakter). Tentu saja masih ada beberapa percabangan lainnya sebagai percampuran genre-genre tersebut.

Apa yang paling mengasyikkan dari permainan video game?

Dalam pengamatan saya, point penting yang membuat sebuah video game atau PC game membuat kebanyakan orang betah di dalamnya adalah kemampuan untuk saving, reload atau replay.

Saving, reload atau replay membuat alam games benar-benar menjadi dunia maya yang aman dan bisa dinikmati. Tidak ada resiko, karena ada garansi koreksi kesalahan. Kalau gagal, kalah atau mati, ada garansi bisa kembali ke level sebelum melakukan aksi (selama tidak lupa nge-save), dan merencanakan kembali aksi yang kalah tadi. Bahkan dunia yang sedang dimainkan saja bisa dengan mudah dihentikan (aborted) untuk dilanjutkan atau disudahi seterusnya.

Saya selalu bertanya dalam hati, apa yang terjadi bila kehidupan ini bisa di-save, untuk kemudian di reload atau replay bila menghadapi kondisi yang tidak baik?

Ada sebuah benang merah kesamaan mesin waktu dengan video games? Keduanya memungkinkan orang kembali ke masa lalu!

Apa konsekuensi positif  orang bisa kembali ke masa sebelumnya? Manusia tidak harus berpikir sebelum bertindak, karena toh ada peluang untuk melakukan koreksi dengan cara kembali ke masa lalu atau melakukan replay.

Lalu, apa ada konsekuensi negatifnya? Bayangkan betapa kacaunya kehidupan ini bila manusia bisa kembali ke masa lalu untuk mengoreksi kesalahan yang dilakukannya. Betapa banyak kejahatan yang berulang, dan agama tidak lagi memiliki nilai karena manusia tidak lagi memiliki ketakutan moral akan masa depan. Mungkin ada yang kembali untuk menjadi diri yang lebih baik, namun betapa banyak yang kembali untuk mencari keuntungan demi dirinya sendiri.

Mungkin kalau saya yang dari masa depan kembali ke masa sekarang, kemudian mengabarkan kondisi di jamannya, saya tidak lagi sama dengan saya yang sekarang. Mungkin lebih termotivasi, atau jadi jauh lebih apatis. Roda kehidupan menjadi centang perenang karena tiap individu tidak lagi menjalankan kehidupannya secara normal.

Bagaimana kalau orang bisa pergi ke masa depan? Apa sih yang sebenarnya ingin diketahui orang di masa depan? Kalau masa depannya sudah dia ketahui, bagaimana anak cucunya telah menyebar ke pelosok dunia telah dilihatnya, perubahan lingkungan hidup juga sudah dirasakan, apalagi? Ya, ujungnya orang ingin tahu ramalan tentang datangnya hari kiamat!

Untungnya dunia bukanlah fiksi ilmiah, apalagi video games!

Manusia boleh mengimpikan apapun, termasuk mencita-citakan berbagai hal yang secara prerogatif sebenarnya adalah kekuasaan Allah, namun keteraturan dunia dan seisinya adalah keniscayaan yang digariskan oleh Allah Swt. Manusia adalah tempatnya lupa dan khilaf, sehingga hanya sedikit saja ilmu yang Allah berikan pada kita agar kita selalu merendahkan hati, merundukkan diri, bersyukur, dan berzikir.

Allah hanya mengijinkan seorang saja umat manusia mengarungi ruang dan waktu, dan menempuh lautan ilmu hingga menembus tahta langit ke tujuh. Dialah Rasulullah Muhammad Saw. Dalam satu semalam, beliau telah melihat Masjidil Aqsa yang berjarak ribuan kilometer dari Mekkah, bahkan oleh Jibril ditunjukkan semua rahasia masa depan yang bahkan tidak pernah dilihat oleh Rasul dan Nabi lain semasa hidup mereka, yaitu kehidupan di surga dan neraka.

Allah telah puka berfirman tentang saat kiamat, dalam QS Thahaa 20: Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku merahasiakan agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan.

Dengan melihat nikmatnya surga dan pedihnya neraka, Rasululah menjadi gamblang menjelaskan apa yang baik dan tidak bagi kehidupan di akhirat kelak. Bagi Rasulullah Saw, surga telah menjadi jaminan, namun karena beliau adalah baginda rasul bagi umat Islam, dan Islam adalah rahmatan lil ‘alamin, tiada kenal lelah beliau menjaga kaumnya dari siksa neraka kelak, dan berusaha mengajak kaum kafir memeluk Islam yang telah diridhoi oleh Allah Swt.

Islam tidak mengenal konsep reinkarnasi, dan menyebut masa lalu sebagai tempat yang paling jauh, karenanya tidak mungkin didatangi. Agama yang sempurna ini senantiasa mengajari umatnya untuk berpikir sebelum bertindak. Penyesalan memang selalu datang terakhir, ketika segala hal telah terjadi dan tidak bisa dikoreksi.

Karena kehidupan ini tidak bisa di-save, di-reload atau replay, dan manusia juga tidak diperkenankan kembali ke masa lalu untuk melakukan koreksi, penting bagi umat Islam untuk selalu bertanya pada diri sendiri sebelum bertindak: Allah ridha atau tidak?

Berpikir sebelum bertindak, karena kita adalah mahluk dengan akal. Berzikir ketika melangkah, karena kita harus meminta ridha Allah; dan memohon ampunan bila telah selesai karena kita adalah tempat khilaf; serta bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah, sekalipun kita hanya beruntung bisa hidup sehelaan napas lagi. Bila kita sudah berhati-hati dalam menentukan langkah, insyaallah langkah kita lebih ringan.

Kalaupun ada kekeliruan, wajar! Manusia yang tangguh bukanlah yang bisa menahan pukulan terkeras, namun yang mampu selalu bangkit tiap kali tersungkur. Untuk mencoba lagi, untuk membuktikan jati dirinya sebagai mahluk Allah termulia.

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.(QS. Al Hadiid 20)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: