Obama Presiden AS ke-44

 

 

Barack Obama

Barack Obama

 

Posting ini saya upload karena moment ini adalah bagian dari sejarah sebuah bangsa. Tidak rugi rasanya hari ini, Rabu 5 November 2008, menghabiskan waktu sepagian di depan televisi, sembari menghabiskan sisa cuti, karena saluran informasi lokal dan dunia bersamaan menyiarkan moment bersejarah di Amerika Serikat. Di Indonesia ada Metro TV dan TvOne, sementara ada juga CNN dan BBC yang tak kalah intens. 

Amerika Srikat mengukir sejarah yang akan menjadi bagian penting perubahan bangsa ini ke depan. Untuk pertama kalinya, seorang keturunan kulit hitam berhasil memperoleh kepercayaan dari warga negara tersebut menjadi presiden yang ke-44.

Kemenangan Obama yang sudah diprediksikan sejak awal, bagaimanapun tetap sungguh fantastis! Progress bar CNN belum menunjukkan angka 70% penghitungan, Obama sudah bisa mendeklarasikan diri sebagai Presiden Amerika Serikat terpilih yang baru, dan pesaingnya John McCain sudah harus mengucapkan selamat kepadanya. Pada prosentase tersebut, Obama sudah mengantongi 338 electoral votes dibandingkan dengan McCain yang baru 155. Prasyarat untuk terpilih sebagai Presiden adalah 270 electoral votes. Hal ini sungguh luar biasa karena dalam berbagai polling sebelumnya yang dilansir berbagai media di Amerika Serikat proyeksi kemenangan Obama dari 100% pemilih hanya unggu 7% di atas McCain. Hasil akhir dari CNN menunjukkan bahwa Obama dipilih oleh 56 juta lebih rakyat Amerika (52%) sementara John McCain dipilih oleh 51 juta lebih (47%).

Massa Partai Demokrat dan berbagai simpatisan Obama yang berjumlah ribuan memadati lapangan terbuka Grant Park Chicago, home base kubu Obama, di akhir musim gugur, bercampur baur antara tua muda, berbagai warna kulit, termasuk Oprah Winfrey dan Pendeta Jesse Jackson yang tak kuasa menahan haru atas kemenangan Obama ini. Suasana yang ditampilkan sedemikian guyub, penuh keharuan, tertib, dan antusias. Berkali-kali mereka meneriakkan slogan: Yes We Can!

Yang lebih menyentuh adalah pidato pertama yang diucapkan Senator Obama beberapa saat setelah pidato pengakuan kekalahan John McCain. Kalimat pembukaan sang Presiden terpilih adalah penggaris bawahan bahwa kekuatan demokrasi telah menjawab semua keragu-raguan bahwa Amerika Serikat adalah tempat segala mungkin terjadi, dan cita-cita para bapak bangsa masih ada.

Dengan segala kerendahan hati Obama menunjukkan dan menyatakan dengan tegas bahwa ini adalah kemenangan ”kalian semua”. Kampanye Obama awalnya tidak berdana besar dari gedung megah di Washington, melainkan dari halaman-halaman belakang di Des Moines, ruang tamu di Concord, atau teras rumah di Charleston, dan semua bekerja keras mengumpulkan $5, $10, dan $20. Obama mengatakan bahwa, ia tahu bahwa semua pendukungnya melakukan hal tersebut bukan semata-mata ingin menang pemilihan, dan tahu bahwa semua dilakukan bukan untuk dirinya. Kerja keras itu dilakukan karena tahu besarnya masalah yang ada di depan mata. Sekalipun malam ini ada perayaan, tantangan yang dibawa hari esok adalah hal terbesar di sepanjang kehidupan – dua perang: planet yang sedang terancam dan krisis financial terburuk di abad ini.

Obama juga menekankan bahwa perubahan yang akan dilakukan adalah demi anak-anak yang menjadi masa depan bangsa.

Sekali lagi, Obama telah membuktikan bahwa keragu-raguan saya dan banyak orang keliru. Menyitir kata-kata beberapa kritikus, who guessed that skinny boy with funny name will be successful as the President of the United States?

Selamat Obama!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: