Islam yang Kupahami

Innadziina indallahil Islaam (Ali Imran 19) … Sesungguhnya agama (yang diridhai) Allah hanyalah Islam. Kalimat permakluman ini adalah keputusan Allah atas seluruh alam, dan setiap muslim harus menjadikannya pemahaman dasar dalam berakidah. Sebagai orang yang berikrar atas 5 pilar Islam dan 6 dasar keimanan, tidak ada tawar menawar tentang kebenaran Islam, sekalipun di awal mungkin ada hal yang kita ragukan di dalamnya.

Islam adalah agama yang lengkap, dan tidak ada agama di muka bumi yang punya kelengkapan seperti Islam. Pokok-pokok hukum agama dituntunkan sendiri oleh Allah dalam Al-Qur’an, sehingga membuat Al-Qur’an sebagai mukjizat terbesar Muhammad Rasulullah SAW. Tidak ada sebuah kitab pun di muka bumi ini yang dibaca dan dihapalkan sebanyak Al-Qur’an, dan sudah menjadi nash bahwa kitab ini tidak akan pernah bosan dibaca oleh umat Islam, sekalipun telah khatam berulang-ulang. Saking banyaknya peghapal Al-Qur’an dan janji Allah bahwa kitab ini akan dijaga hingga kiamat, berbagai upaya pemalsuan selama berabad-abad tidak pernah menemukan kemenangan yang hakiki.

Hal yang menjadikan agama Islam sebagai kekuatan pengatur yang besar adalah karena agama ini tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari umatnya, karena memang Islam juga mengatus berbagai hal dalam kehidupan. Bila kita baca dalam rangkuman Fikih Sunnah Sayyid Sabbiq, jelas bahwa Islam tidak sekedar bergerak di sektor privat (misalnya konsep tauhid Ketuhanan, tata cara bersuci dan tata beribadah) tetapi juga dalam persoalan hubungan antar manusia dalam muamalat maupun aktivitas lainnya.

Islam adalah rahmatan lil ‘alamin, rahmat bagi seluruh alam, selaras dengan tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi, oleh karenanya manusia Islam sudah seharusnya mendalami firman Allah dan sunnah Rasulullah untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. islam pada dasarnya berwajah sejuk namun asertif, menyayangi namun tegas, toleran sekaligus tidak kompromi, penuh wejangan tapi siap dengan gerak aktif. Islam penuh dengan keseimbangan, karena itulah kunci hidup yang selaras. Ketika ramah, Islam menunjukkan caranya, tetapi di bagian lain ditunjukkan juga cara memerangi musuh. Ketika mengharuskan manusia berpikir, Islam memberikan isyarat yang jelas; tetapi dibagian lain ada kalimat yang tegas bahwa sesuatu hal adalah hak Allah yang tidak boleh dipikirkan manusia.

Sayangnya, dalam tiap jaman selalu terjadi situasi ekstrim, dengan menemparkan Islam sebagai agama yang garang dan tidak kompromistis. Ketika bersaksi bahwa agama yang diridhai Allah hanyalah Islam, saat itu pula seraya mengancam hak orang lain untuk beragama berbeda. Itu tidak benar! Islam tidak pernah mengajarkan umatnya untuk memaksa orang lain memeluk Islam, dengan cara apapun. Jelas bahwa Al-Qur’an menggariskan: laa ikraaha fiddiin … (Al Baqarah:256) – tidak ada paksaan untuk (masuk) dalam agama (Islam). Sekalipun Islam adalah agama yang paling benar di sisi Allah, ternyata dunia tidak pernah sederhana, dan Islam memang harus terus dan selalu berdampingan dengan berbagai agama besar di dunia.

Sebagai sesama muslim, saya mengajak semua saudaraku sesama muslim untuk mengasah keyakinan kita akan Islam, sehingga umat agama lain benar-benar melihat Islam sebagai sebuah rahmat bagi seluruh alam. Bukan ancaman, apalagi teror.

One Response to “Islam yang Kupahami”

  1. Desi setuju sekali…dengan ajakan Bapak di akhir tulisan diatas……..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: