3 Kemuliaan

Jum’at 18 Juli 2008, Kutbah di masjid kompleks perumahan tempatku tinggal sangat menarik. Topik utamanya adalah 3 kemuliaan yang harus diraih kaum muslimin. Khotib adalah Ustadz Hasanudin Adam dari yang punya bacaan Al-Qur’an yang buagus banget!

Di bawah adalah rangkuman topik tersebut dengan penambahan dari pikiran dan pemahamanku.

Kemuliaan seharusnya kita raih pada 3 fase, yakni:

  1. kemuliaan dalam kehidupan di dunia
  2. kemuliaan ketika menjelang ajal
  3. kemuliaan di hari pembalasan

Kemuliaan di dunia adalah hal yang menjadi dasar bagi kemuliaan yang lain. Ada sebuah pepatah yang menyebutkan:”Hidup mulia atau mati syahid”. Kematian yang syahid adalah tujuan bagi setiap orang Islam. Kalaupun tidak bisa dalam medan pertempuran membela agama, mati syahid harus ditanamkan dalam perasaan dan pikiran muslimin, agar kematian di atas tempat tidur pun bisa dirasakan sebagai mati syahid.

Kemuliaan bukanlah semata-mata pangkat dan derajat yang dianggap tinggi oleh manusia lain. Jalan hidup yang lurus sesuai dengan iman juga merupakan cara untuk menaikkan kemuliaan di mata orang lain, karena bagaimanapun manusia selalu menaruh rasa hormat pada budi dan perilaku yang baik. Sebenarnya yang lebih penting lagi bagi manusia adalah kemuliaan di mata Allah Swt. Menjalani iman dan Islam secara benar adalah cara untuk menjadi mulia di mata Allah.

Kemuliaan menjelang ajal adalah kematian yang khusnul khotimah. Perlu kita pahami bahwa kematian yang khusnul khotimah tidak terjadi dengan sendirinya, karena hal tersebut terkait erat dengan perilaku manusia selama kehidupannya di muka bumi. Selain itu, muslimin juga diperintahkan oleh Rasulullah SAW untuk menuntun sesama muslim yang sedang menjelang kematian, agar mereka bisa mengucapkan kalimat tauhid. Menjelang ajal, iblis akan berbisik-bisik di telinga manusia agar mengingkari Allah dan jauh dari kalimat tauhid, agar ia kelak terjerumus ke dalam api neraka. Rasulullah menjanjikan bahwa, mereka yang menjelang kematiannya menyebut asma Allah atau kalimat tauhid akan memperoleh surga.

Yang terakhir, kemuliaan di masa penghakiman setelah kiamat adalah kegembiraan ketika tibanya kabar terbukanya pintu-pintu sorga bagi mereka. Setelah kiamat, manusia dibangkitkan dalam keadaan telanjang namun tidak akan ada yang sempat memikirkan orang lain, sebab sedemikian panas padang mahsyar sehingga ada yang sampai berenang dalam keringatnya sendiri. Masa penantian itu sangat panjang, berpuluh ribu tahun, sementara matahari yang hanya sejengkal di atas kepala membakar ubun-ubun umat manusia. Bayangkan kebahagiaan dan kemuliaan yang muncul ketika malaikat membawa kabar surga dan memberikan buku catatan kita dengan tangan kanan.

Pada akhirnya, kehidupan di dunia ini memang hanya hiasan dan fatamorgana, karena sesungguhnya kita diminta untuk bekerja keras mencari kemuliaan agar kelak bisa meraih dua kemuliaan yang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: