Bekal Mati

Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.” (HR Muslim).

Dunia memang penuh dengan hal yang memabukkan, yang membuat kita lupa akan esensi kehidupan sendiri. Di luar Islam, banyak sekali pandangan tentang kehidupan dan bagaimana seharusnya kehidupan ini diisi. Banyak orang modern yang mendengar nama Robert T. Kiyosaki yang melambung melalui buku Rich Dad Poor Dad, yang mengajarkan bagaimana menjadi kaya raya di usia muda, pensiun muda dengan kekayaan, dan menikmati hidup setelahnya tanpa harus bekerja fisik lagi. Orang seperti ini kemudian kerap disebut sebagai motivator. Di level lokal juga seabreg nama yang kita kenal, dengan model sebutan sendiri-sendiri. Semuanya mengajarkan bagaimana menjadi kaya. Tidak ada yang salah, bahkan menurut saya hal itu sangat bagus – agar orang termotivasi menjadi orang yang bermakna. Ketika nanti pensiun, tidak perlu lagi bekerja keras karena ada income pasif yang akan masuk ke kantong kita sebagai hasil “mempekerjakan” uang.

Saya sangat terkesan dengan konsep Kiyosaki tentang dua orang pekerja yang mengalirkan air dari gunung ke desa. Yang satu bekerja biasa, membawa alat pengangkut (ember atau gentong), dan menerima upah. Begitu terus dilakukannya hingga tua. Yang seorang lagi, selain mengangkut air dengan alat angkut seperti temannya juga memikirkan cara lain yang lebih efisien, sebab seiring dengan umur ia tidak akan sekuat ketika masih muda. Akhirnya ia menemukan cara, yaitu dengan membangun saluran air dari bambu yang melintasi lembah dan jurang – dan untuk itu ia harus bekerja ekstra keras. Dua hal yang ia abaikan: komentar orang dan waktu pribadi untuk bersenang-senang. Setelah seharian bekerja mengangkut air, di sore dan malam ia membangun infrastruktur pengairan. Dan itu memakan waktu yang tidak sebentar. Pada akhirnya, setelah berselang 5 hingga 10 tahun, proyek itupun selesai. Pekerja kedua ini pun tidak perlu lagi naik turun bukit mengangkut air, tinggal menjaga mulut saluran air di desa. Pekerjaan yang lebih ringan, dengan keuntungan yang lebih besar.

Pelajaran yang paling berharga dari konsep Kiyosaki ini adalah bahwa, manusia dianugerahi akal dan pergunakanlah akal itu untuk kemaslahatan manusia yang lain. Mungkin tujuan dasarnya adalah mencari keuntungan pribadi, namun tidak dengan merugikan orang lain (bahkan kalau bisa memberikan manfaat). Hal kedua adalah, Kiyosaki telah memberikan kunci-kunci ilmunya kepada orang lain. Orang lain bebas mengadopsi dan mengadaptasinya sesuai kemauannya, tanpa harus membayar apa-apa lagi kepada Kiyosaki.

Dalam masa krisis yang berkepanjangan seperti sekarang, sesama umat Islam diharapkan sekali saling memikirkan karena mereka adalah saudara dan diibaratkan anggota tubuh dari badan yang sama. Ajaran Kiyosaki bernuansa sekuler, tidak ada landasan agama apalagi Islam, namun inti ilmunya bisa diterapkan secara islami. Mengacu pada bunyi hadits di atas, sebagai umat Islam agaknya kita perlu menuntut diri kita lebih keras untuk mencari cara memberikan yang terbaik bagi sesama umat Islam. Alangkah baik bila yang kita lakukan tidak semata memperoleh keuntungan, tetapi juga mencari kemaslahatan umat.

Dalam riwayat Ibn Majah, Rasulullah SAW menambahkan tiga amal di atas, Rasulullah SAW bersabda, ”Sesungguhnya amal dan kebaikan yang terus mengiringi seseorang ketika meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat, anak yang dididik agar menjadi orang shaleh, mewakafkan Alquran, membangun masjid, membangun tempat penginapan bagi para musafir, membuat irigasi, dan bersedekah.” (HR Ibn Majah).

Menurut Imam al-Suyuti (911 H), bila semua hadis mengenai amal yang pahalanya terus mengalir walau pelakunya sudah meninggal dunia dikumpulkan, semuanya berjumlah 10 amal, yaitu:

  1. ilmu yang bermanfaat,
  2. doa anak shaleh,
  3. sedekah jariyah (wakaf),
  4. menanam pohon kurma atau pohon-pohon yang buahnya bisa dimanfaatkan,
  5. mewakafkan buku, kitab atau Alquran,
  6. berjuang dan membela Tanah Air,
  7. membuat sumur,
  8. membuat irigasi,
  9. membangun tempat penginapan bagi para musafir,
  10. membangun tempat ibadah dan belajar.

Kesepuluh hal di atas menjadi amal yang pahalanya terus mengalir, karena orang yang masih hidup akan terus mengambil manfaat dari ke-10 hal tersebut. Manfaat yang dirasakan orang yang masih hidup inilah yang menyebabkannya terus mendapatkan pahala walau ia sudah meninggal dunia.

One Response to “Bekal Mati”

  1. abdul hamid Says:

    mohon ijin paste semoga berguna dan pembuat artikel mendapat pahala dari allah, amiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: