Mercusuarku
Bagi seorang musafir yang berada di tengah laut, pelaut atau nelayan, teman terbaik dalam perjalanan adalah bintang gemintang dan mercusuar. Dalam masing-masing kapasitas fungsinya. Khususnya jauh hari ketika manusia belum menemukan dua alat lain yang lebih canggih: kompas dan GPS. Bintang yang mengembara di langit menunjukkan tempat dan arah, dan mempermudah musafir laut menemukan daratan. Mercusuar adalah mata malam, yang memandu biduk menjauh dari gigi-gigi pantau yang siap merobek lambung biduk.
Mercusuar memang senantiasa bertempat di lokasi yang jauh dari keramaian, bahkan hingga pulau terpencil. Sekalipun kesepian, sebuah mercusuar adalah lambang kesetiaan, dan mengerjakan tugasnya dalam kesendirian. Penggerak sang mercusuar juga tak kalah berkorban, sebab ia harus jauh dari sanak keluarga demi menjaga dan mengendalikan sang mata laut.
Mercusuarku adalah sekeping harapanku, agar semua pikiran dan emosiku tidak hilang begitu saja ditelan masa. Sesederhana apapun, aku yakin ada yang bisa memetik manfaat darinya. Sepenggal pikiran dalam tiap posting adalah segenap asa bagiku. Kalaupun bukan orang lain yang mengambil manfaat, akan menjadi pengingat bagiku akan apa yang pernah aku pikir dan kaji pada suatu masa.
Wassalam
October 28, 2008 at 9:16 pm
sambang pak