Istri dalam Bahtera Rumah Tangga

Peran dan fungsi laki-laki dan perempuan dalam rumah tangga berubah dan bergerak dari masa ke masa, maupun dari sebuah kelompok budaya ke kelompok budaya yang lain. Masyarakat Minangkabau, Jawa, Bali, Papua, Eropa, masing-masing punya nilai dan karakter kultur yang beragam. Di beberapa tempat perempuan memiliki tempat yang setara dengan kaum laki-laki dalam mencari nafkah. Di tempat yang lain, kaum perempuan memiliki kuasa atas jalur kekerabatan, dan di beberapa tempat yang belum berkembang, perempuan adalah follower tanpa suara.

Apapun modifikasinya, sebenarnya Allah Swt telah menurunkan penetapan yang disebutkan dalam QS. An-Nisaa 34.

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka  atas sebahagian yang lain , dan karena mereka  telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.

mengarungi bahtera dengan senyum dan ikhlas...

mengarungi bahtera dengan senyum dan ikhlas...

Allah menetapkan laki-laki sebagai pemimpin bagi kaum perempuan, karena memberikan kelebihan pada mereka. Akan tetapi, dengan sunatullah tersebut bukan berarti sang pemimpin boleh bertindak sekehendak hati. Kedua belah pihak harus saling menjaga dan memelihara karena suami adalah pakaian dari istrinya, demikian pula istri adalah pakaian bagi suaminya. Karena merupakan pakaian, sudah selayaknya keduanya saling bertugas untuk menjaga kehormatan pihak yang lain.

Sekalipun rasanya terlalu menyudutkan, kaum perempuan sudah seyogyanya mengikhlaskan sunatullah ini dalam menjalankan kehidupan, karena justru dengan melakukannya surga akan dijanjikan bagi mereka. Keharmonisan rumah tangga, dan terbentuknya generasi muda Islam justru berada di tangan kaum perempuan sebagai Ibu. Mungkin kaum laki-laki adalah pemimpin dalam keluarga, tetapi sebenarnya kaum perempuanlah yang menjaga keutuhan keluarga, dan terbinanya anak-anak menjadi orang shalih dan shalihah.

Dalam sebuah tuntunan, beberapa hal yang harus diperhatikan bila perempuan berkeinginan menjadi istri yang terbaik dalam rangka membentuk baity jannaty:

  1. Taat kepada suami selama bukan untuk kemaksiatan. Termasuk di antaranya menolak tidur dengan suami bila hal itu merupakan kesalahan besar yang harus dihindarkan
  2. Istri yang ideal menurut Islam harus mampu memadukan 3 hal:
    1. Membahagiakan suami bila suami melihatnya
    2. Menaatinya bila suami menyuruh,
    3. Tidak menentang keinginan suami
  3. Izin suami harus didapatkan bila seorang istri berniat:
    1. untuk berpuasa sunnah
    2. untuk bepergian
  4. Mendahulukan hak suami atas orang tuanya sendiri, dan Allah akan megampuni dosa-dosa istri tersebut. Termasuk pula meminta ridho suami, karena ridho suami menjanjikan surga bagi istri
  5. Menjaga kehormatan dan harta suami
    1. Tidak mencemarkan dan memburuk-burukkan suami saat tidak sedang bersama suami
    2. Tidak menerima tamu tanpa suami, atau bercengkerama dengan laki-laki lain tanpa mengindahkan keberatan suami
    3. Menjaga harta suami dengan amanah, tidak meminjamkan milik suami, bahkan hanya menyedekahkan harta  dengan seizin suami
    4. Hanya menjawab seperlunya bila orang bertanya tentang suami
    5. Tidak bercerita tentang masalah seksual atau masalah di antara suami-istri kepada orang lain
  6. Menjaga keharmonisan
    1. Berhati-hati dengan pembelanjaan dan keuangan keluarga, dan tidak meminta tambahan bila tidak perlu sekali
    2. Terbuka, mengakui bantuan kepada orang lain
    3. Berhati-hati saat menyampaikan masalah, namun harus tetap mendiskusikannya di saat yang tepat
    4. Memelihara rumah dan menjaga isinya
    5. Berbicara penuh perhatian pada suami, dan menghindarkan adu argumentasi
    6. Menunjukkan kasih sayang pada suami secara terbuka di rumah, dan memperhatikan kebutuhan-kebutuhannya
  7. Menjaga silaturahmi dengan kerabat suami

Hal lain yang perlu diperhatikan juga adalah tidak meminta cerai tanpa alasan yang kuat, dan bila suami meninggal harus berkabung selama 4 bulan 10 hari.

Sekalipun Islam menempatkan laki-laki sebagai pemimpin bagi istrinya, tidak berarti tugasnya menjadi lebih ringan. Tidak berarti pula tugas istri yang dominan berada di rumah juga lebih ringan. Ringan atau beratnya tugas masing-masing pihak dalam menjalankan sunatullah harus dilaksanakan dengan baik dan benar, maka akan terasa lebih ringan. Bila salah satu sudah menyalahi tugasnya, maka tugas pihak lain akan menjadi lebih berat.

Tugas suami adalah menjadi tulang punggung keluarga dan mencari nafkah. Ia harus menghabiskan kehidupan di luar rumah untuk mengais rizki Allah, sehingga larut malam baru bisa kembali ke rumah untuk beristirahat. Ia mengemban amanah untuk mencari penghidupan bagi keluarganya. Sayangnya, tidak semua orang punya semangat yang besar untuk menjadi teladan keluarga, sehingga rizki Allah justru menjauh. Bukannya mencari nafkah, malah berjudi. Bukannya bekerja keras, malah “kloyongan” tak menentu. Bila sudah demikian, istri yang seharusnya menunjang tugas suami dalam membina rumah tangga harus ikut mengorbankan waktu untuk mencari nafkah.

Sama halnya bila seorang istri tidak mampu menjalankan fungsinya dengan baik sebagai istri di rumah, misalnya karena sibuk dengan kariernya di luar rumah. Dampaknya adalah anak-anak yang tidak terurus dengan benar. Kalau sudah demikian, suami harus ikut memikirkan perkembangan anak dengan serius, bahkan mungkin terjun langsung . di era modern ini, semakin jamak dijumpai suami yang justru melakukan tugas istri karena ketidak adaan istri di waktu dan tempat yang dibutuhkan. Di kalangan selebritis juga semakin jamak dijumpai istri yang menggugat cerai pada suami, dengan alasan yang kadangkala tidak masuk akal. Bukan sekedar meminta cerai, tetapi juga bicara lantang di media massa. Nauzubillahi mindzalik…..

Bila sudah bicara tentang sunatullah, tidak ada menang maupun kalah. Yang adalah fungsi dan tugas yang harus dijalankan, agar keluarga bisa memperoleh kebarokahan. Ujungnya adalah rumah yang seperti surga … baity jannaty … insyaallah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: